Saturday, September 16, 2017

Kajian Ustadz Khalid Basalamah : Ukassyah bin Mihshan "Peraih Jaminan Surga Tanpa Hisab"

Termotivasi dari beberapa hadits yg menyebutkan tentang fadhilah menyebarkan ilmu agama walaupun cuma 1 ayat aja, so pengen memulai kebiasaan baik buat mendokumentasikan isi kajian yg pernah didatengin...teteup siy kata kuncinya kalo sempet nulis  di blog πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Dimulai dari kajian-nya Ustad Khalid Basalamah yg pertama kali ikut beberapa waktu yg lalu, kebetulan follow IG-nya beliau (@ustadzkhalid) terus pas ngeliat ada jadwal beliau ngisi kajian di Masjid Nurul Iman, Blok M Square (Lantai 7) pas wiken. Ustadz Khalid ini termasuk salah satu ustadz favoritku yg biasa didengerin ceramahnya lewat youtube, bahkan dari kajian beliau diajarin kalo memang pengen belajar Islam secara kaffah (menyeluruh) bisa dibuat jadwal untuk dengerin ceramah secara sistematis, jadi ga cuman dengerin ceramah yg tematik aja. Jadwal yang diajarin beliau kurleb kayak gini : Senin belajar Aqidah (kitab Minhajul Muslimin), Selasa belajar hadits (Riyadus Shalihin), Rabu belajar Fiqh (Bulugul Mahram), Kamis belajar tentang Rumah Tangga Islami (Mahkota Pengantin), Jumat belajar Sirah Nabawiyah, Sabtu belajar tentang Cerita - cerita Sahabat Nabi dan Minggu belajar dari Ulama - ulama besar Islam...dan memang dengan dibuat jadwal kayak gini, kita ga akan pernah bosan belajar terus tentang Islam.

Back to topic, sebagai emak2 yg punya anak kecil, faktor kenyamanan tempat dan bekal ransum yg banyak *udah kayak mau piknik ajah πŸ˜…* jadi kunci sukses biar anak ga cranky selama kajian...alhamdulillah pas kajian kemaren tempat lumayan nyaman, walopun karna banyak banget yg dateng kajian, kebagian tempat di tenda yg dipasang di parkiran, tapi masih sangat nyaman buat bawa anak2 plus satu lantai di bawah Masjid ini ada food court-nya blok M Square, so masalah makanan terjamin-lah *walopun dari rumah udah bawa bekal juga gara2 belum tahu kondisi lokasi tempat kajian*.

Kajian kali ini membahas tentang Serial Sahabat Nabi yaitu Ukkasyah bin Mihshan, salah satu sahabat Rasulullah yg dijamin masuk surga tanpa hisab....Masya Allah...pas liat judul kajiannya ini di IG ustad Khalid, langsung penasaran banget, kepo tingkat tinggi, karna baru pertama kali denger nama sahabat Nabi yg ini *baru ngerti dikit juga siy selain Khulafaur RasyidinπŸ˜†*. Jadi Ukassyah ini adalah salah satu sahabat Nabi yg masuk Islam pada saat masih muda yaitu pada saat berumur sekitar 16 tahun seperti Thalhah dan Zubair bin Awwam. Ukassyah ini ikut hadir dalam perang - perang bersama Rasulullah seperti perang Badr, perang Khandaq dan perang Uhud. Pernah pada saat sedang berperang, pedang Ukassyah ini patah padahal musuh masih banyak yg harus dihadapi, Ukassyah pun menghadap Rasulullah memberitahukan tentang pedangnya yg patah ini dan Rasulullah pun mengganti pedang Ukassyah yg patah dengan sebuah ranting pohon. Karna keyakinan Ukassyah yg sangat tinggi kepada Rasulullah, maka dia pun menggunakan ranting ini sebagai pengganti pedang dan Masya Allah, ranting pohon ini mampu berfungsi layaknya pedang yg sangat tajam, dan akhirnya digunakan dalam setiap peperangan yg diikuti oleh Ukassyah dan disebut dengan pedang "Al Aun". Ukassyah ini terkenal sebagai pemuda yg pemberani dan cerdas yg karna kecerdasannya membuat dia benar - benar meninggalkan kesyirikan dan hijrah kepada agama Islam. Ukassyah juga dikenal sebagai salah satu penunggang kuda terbaik di jazirah Arab.


Trus apa niy yg berhasil membuat Ukassyah berhasil masuk surga tanpa dihisab??Jadi pada saat Rasulullah Sallahualaihi wa salam bersabda, "Akan ada 70 ribu umatku yg masuk surga tanpa dihisab dengan wajah seperti bulan purnama," Ukassyah yg mendengar sabda tersebut langsung mendekati Rasulullah dan meminta kepada Rasulullah agar mendoakan Ukassyah termasuk ke dalam golongan tersebut dan Rasulullah pun mengatakan, "Engkau termasuk ke dalam golongan tersebut". Para sahabat Nabi yg lain setelah melihat apa yg dilakukan oleh Ukassyah pun berebut untuk melakukan hal yg sama, akan tetapi Rasulullah mengatakan, "Kalian sudah didahului oleh Ukassyah". Makna dari ucapan Rasulullah yg terakhir ini kalo dari penjelasan Ustad Khalid, kalo misalnya Rasulullah mengiyakan semua permintaan sahabat yg lain selain Ukassyah maka "kuota" 70 ribu umat pun akan habis pada masa itu.

Hadist Riwayat Bukhari tentang 70 ribu umat Nabi yang dijamin masuk surga tanpa hisab adalah orang - orang yg tidak bertathayyur (menggantungkan hidup pada suatu benda atau merasa sial karna sesuatu hal, termasuk kesyirikan karna menafikan tauhid), orang - orang yg tidak meminta di ruqyah, orang - orang yg pada saat sakit tidak ditempel besi (salah satu pengobatan pada saat itu adalah dengan besi panas atau disebut Kay) dan orang - orang yg hanya kepada Allah, mereka bertawakal.

Dalam kajian kemaren itu, selain mendengar cerita tentang Ukassyah, juga dijelaskan tentang penyakit 'ain yg saat ini sedang mewabah di kalangan umat manusia. Penyakit 'ain adalah penyakit yg timbul dari seseorang karna hasut hatinya dan ditunggangi oleh setan. Sempat diperlihatkan beberapa video akibat dari penyakit 'ain, terutama waktu itu di negara Arab Saudi, seperti pohon kurma yg tiba2 tumbang karna seseorang mengatakan betapa bagusnya pohon tersebut, kemudian juga ada tenda yg tiba2 terbakar dan gelas yg tiba-tiba pecah karna ada seseorang yg mengatakan tentang keindahan benda - benda tersebut. Tak terkecuali mungkin anak kita yg tiba - tiba sakit lumayan parah, bisa juga disebabkan karna penyakit 'ain dari seseorang. Oleh sebab itu, kita disarankan sebaiknya untuk tidak memamerkan kenikmatan yg kita miliki seperti misalnya anak yg lucu, keluarga yg bahagia, dll demi menghindari penyakit 'ain tsb. Kemudian kita juga disarankan apabila melihat sesuatu yg indah untuk mengucapkan, "Masya Allah, Tabarakallah". 

Dari kajian kemaren juga, aku pertama kali denger istilah "Ghibtoh" yaitu mengharapkan nikmat yg sama atau bahkan lebih dari yg dimiliki orang lain tanpa berharap nikmat orang lain tsb hilang dari dirinya. Kemudian Ustad Khalid juga menjelaskan tentang perbedaan Tawaqqul dan Tawakal, kalo Tawaqqul itu bergantung kepada Allah tanpa melakukan usaha apapun sedangkan kalo Tawakal melakukan usaha terlebih dahulu baru menggantungkan hasilnya kepada Allah Subhanahuwata'ala.

Nah kurang lebih begitulah isi kajian Ustad Khalid Basalamah kemaren...mudah-mudahan bermanfaat 😊😊😊

"Barang siapa menghidupkan sunnah yg baik dan ada yg mengikutinya, maka orang tsb mendapatkan pahala dari orang yg mengikuti sunnah tsb tanpa sedikitpun mengurangi pahala orang yg mengikuti".

2 comments:

  1. Terima kasih mbak sharingnya. Tentang penyakit 'ain itu sangat dekat dengan kita. Semoga keluarga kita terhindar darinya. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mba...Iya mba bener, harus berjaga-jaga bgt sm penyakit 'ain itu...aamiiin2 ya robbal alamiiin

      Delete